Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Recent Post
Tampilkan postingan dengan label ADM Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADM Desa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Simulasi APBDES dan Cara Pembuatannya

Untuk Seluruh Desa yang berada di Kabupaten Sumedang dalam pembuatan APBDES ini sudah diberikan Bintek berikut Softcopy Bahan bintek keuangan desa dalam bentuk CD . Softcopy tersebut diantaranya Simulasi Anggaran APBDES dalam bentuk file excel.
Kali ini Blog Desa Cilayung akan berbagi pengalaman dalam pembuatan APBDES tersebut, dalam pembuatan APBDES tahun ini memang ada sedikit perubahan dan perubahan ini merupakan suatu cara pemerintahan kabupaten untuk menertibkan administrasi khususnya dalam hal ini administrasi desa. Pemerintah kabupaten memberikan bintek dengan maksud dan tujuan terbinanya pengurus keuangan desa dalam membuat dan menyusun administrasi desa, sehingga administrasi tersebut tidaklah hanya sekedar pembuatan saja tapi dilengkapi dengan penyusunannya. yang selama ini mungkin kebanyakan desa hanya sampai tahap pembuatannya saja dalam bentuk buku tapi tidak disertai dengan penyusunannya. sehingga buku tersebut mungkin dibiarkan kosong. ini adalah fakta dan berangkat dari fakta inilah maka kita coba untuk merubahnya. Oh ya lupa, malah ngelantur kesana kemari.. yu ah kita langsung pada pokok masalah yang ingin berbagi pengalaman masalah pembuatan APBDES. dibawah ini urutan dokumen Versi Pemerintahan Kabupaten Sumedang yang disertakan dalam CDsoftcopy yang diberikan waktu Bintek. untuk melihat cara pembuatannya versi Desa Cilayung klik buka.

DAFTAR URUTAN DOKUMEN 

1. KODE REKENING
Pada bagian kode rekening ini Desa Cilayung membuat sedikit perubahan dari bawaan aslinya dimana perubahan itu pada bagian Belanja Langsung karena pada bagian ini ada pengisian kode program kegiatan yang masih perlu disesuaikan ( x.xx ). Untuk memudahkan pengisian Desa Cilayung menambahkan beberapa kolom tambahan. lihat tampilan aslinya:
Simulasi APBDES
Pada Kode Rekening ini ada kolom yang tersembunyi (hide) yaitu kolom B, maka Desa Cilayung tampilkan kolom B tersebut dengan meng(Unhide)nya. Caranya letakan mouse pada headings A klik tahan dan tarik sampai headings C, setelah kolom A dan C terblok kemudian klik kanan dan klik unhide tepat dibagian bawah. lihat tampilan setelah diUnhide:
Simulasi APBDES
Sekarang kolom B telah kelihatan.
Setelah semua kolom tampil Desa Cilayung menambahkan dua kolom antara kolom B dan C maka akan ada dua kolom kosong yaitu kolom B dan C. kemudian pada kolom kode rekening (D) mulai dari angka 2 bagian Belanja Desa (D153) sampai akhir kode rekening yang berisi kode X.XX atau bagian belanja langsung kita pindahkan ke kolom B153. lihat tampilannya:
Setelah kolom kode rekening bagian belanja langsung dipindahkan sekarang kita isi kolom yang masih kosong, pada kolom C153 dan C145 kosongkan, pada kolo D153 dan D154 isikan kode yang ada di kolom B153 dan B154 selanjutnya pada kolom  C155 kita masukan rumus =left(B155;8) rumus ini dimaksudkan untuk mengambil Isi kolom B155 sebanyak 8 karakter. kemudian kolom D155 kita masukan rumus =mid(B155;9;15) rumus ini dimaksudkan untuk mengambil isi kolom B155 mulai dari karakter ke 9 yaitu tanda titik (.) maksimal sebanyak 15 karakter. lihat gambar dibawah.
Untuk mengisi kolom C156 dan D15 sampai akhir kode yang mengandung x.xx kopy paste saja kolom C155 dan D155 atau sorot kolom C155 dan D155 letakan mouse pada sudut kanan bawah kolom yang disorot setelah ada tanda (+) tanpa petunjuk mouse klik dan tahan mouse kemudian tarik sampai kolom kosong terisi semua. tampilannya akan seperti ini:
Perubahan ini dimaksudkan untuk memudahkan kita dalam menambahkan kode program kegiatan yang masih dalam kode X.XX apabila  dengan perubahan ini nanti pengisian kode program akan otomatis terisi.
2. KODE PROGRAM / KEGIATAN

Pada bagian ini kita tinggal memasukan program-program kegiatan yang ada di desa disesuaikan dengan jenis programnya. kode program ini untuk kode Programnya sudah ditetapkan mulai No Program 1 sampai 7 dan untuk no 8 dan seterusnya kita bisa tambahkan kalau ada.
Untuk Jenis programnya kita tinggal masukan berurutan pada Sub Program, lihat contohnya:
Simulasi APBDES
kolom warna kuning kita jangan rubah/ganti lagi itu sudah baku. seandainya pada program tersebut tidak ada program maka biarkan saja gak usah dihapus/diganti. kita isi dimana ada program yang mau dibuat.

3. PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN DESA (R A D)
Untuk Penyusunan Rencana Anggaran Desa maka  disini Desa Cilayung menggunakan 2 Format bantuan yaitu dengan cara menambahkan 2 sheet setelah sheet kode rekening sebelum sheet Rencana anggaran. Untuk diperhatikan : untuk lebih optimalnya dalam perumusan semua format yang berhubungan dengan APBDES harus dalam satu file excel, ini dimaksudkan agar Rumus(formula) yang berkaitan didalamnya tidak mengalami error. 
Format tambahan dan RAD dalam Simulasi APBDES ini yaitu:
Isian Kode Rekening
Pertama-tama buat sheet baru pindahkan posisinya setelah Kode Isian kemudian beri nama Isian Kode Rekening. selanjutnya Copy seluruh isi dari sheet Kode Isian dan pastekan di sheet baru ini.
Setelah kode rekening tercopy kemudian tambahkan 4 kolom sebelum kolom Kode rekening, selanjutnya hapus semua data yang ada kecuali Header/judul kolom, ganti fill colornya semua jadi putih dan saatnya pembuatan rumus/formula excel untuk pengisiannya sehingga akhirnya seperti gambar dibawah.


Untuk pengisian rumusnya ikuti petunjuk berikut:
Kolom A ( Isian kode Belanja Langsung) manual :
  • Bagian Pendapatan kosongkan
  • Bagian Belanja Langsung masukan angka 2.1 (kosongkan untuk kolom A52 dan A53)
  • Bagian Belanja Tidak langsung kosongkan
  • Bagian Pembiayaan kosongkan
Kolom B ( Isian kode  Program kegiatan pengganti x.xx ) manual :
  • Bagian Pendapatan kosongkan
  • Bagian Belanja Langsung ini merupakan Kode Kegiatan yang isinya didapat dari sheet Kode program yang ada sebelum sheet ini.
  • Bagian Belanja Tidak langsung kosongkan
  • Bagian Pembiayaan kosongkan
Kolom C ( Isian Kode rekening ) manual :
Pada kolom ini diisi dengan Kode Rekening sesuai uraian atau program yang ada di desa dengan melihat atau berpedoman pada format Kode rekening yang ada namun apabila ternyata uraian atau kode tersebut tidak ada pada lembar/sheet kode Rekening tidak ada maka kita tambahkan saja dengan mengikuti aturan yang ada.
Kolom D ( Filterisasi ) Otomatis terisi :
Pada kolom D5 ini diisi dengan rumus =LEN(E5)-LEN(SUBSTITUTE(E5;".";""))+1
Rumus ini dibuat mulai pada bagian Pendapatan dan rumus diatas adalah contoh Desa Cilayung dengan artian: kolom D5 adalah kolom yang sejajar dengan E5 dan kolom Uraian Bagian Pendapatan (F5) pada kolom D5 akan secara otomatis terisi dengan jumlah karakter kode yang ada pada kolom E5.
Untuk mengisi kolom D6 dan seterusnya tinggal copy paste saja caranya seperti yang telah diterangkan tadi.
Kolom E ( kolom Kode rekening ) Otomatis terisi :
Pada kolom E5 ini diisi dengan rumus =A5&B5&C5
Rumus ini dibuat pada kolom Kode Rekening mulai E5 sampai E terakhir pada kolom Kode rekening. Fungsi rumus ini untuk menyatukan data/isi yang ada di kolom A5,B5 dan C5. pada kolom E5 semua yang ada di kolom tersebut akan jadi satu sehingga membentuk suatu kode rekening.
Untuk mengisi kolom E6 dan seterusnya tinggal copy paste saja caranya seperti yang telah diterangkan tadi. 

Kolom F ( kolom Kode rekening ) Otomatis terisi :
Pada kolom F5 ini diisi dengan rumus =vlookup(C5;Kode!$D$4:$E$549;2;false)
Rumus ini dibuat pada kolom Uraian mulai F5 sampai F terakhir kolom uraian. fungsi rumus ini untuk memasukan/memanggil data/isi Uraian yang terdapat pada halaman/sheet kode rekening berdasarkan atau disesuaikan dengan kode rekening yang dimasukan.
Kode!$D$4:$E$549 ini diambil dari halaman/sheet Kode Rekening
Untuk membuat fungsi VLOOKUP() selengkapnya lihat disini
Untuk mengisi kolom F6 dan seterusnya tinggal copy paste saja caranya seperti yang telah diterangkan tadi.
 Kolom H ( kolom Kode rekening ) Otomatis terisi
Pada kolom H53 ini diisi dengan rumus =A53&C53
Pada kolom H ini dimulai pada kolom H53 dimaksudkan untuk membuat kode rekening belanja langsung tanpa mengikut setakan kode program.
Untuk mengisi kolom H54 dan seterusnya tinggal copy paste saja caranya seperti yang telah diterangkan tadi.
Isian Pendapatan dan Belanja
Pada isian pendapatan dan belanja lihat gambar berikut:
Buat sheet baru dengan nama Isian Pendapatan dan Belanja. kemudian copy paste tabel Rencana Anggaran.
setelah tabel rencana anggaran ada pada tabel ini kemudian hapus semua isinya kecuali halaman header. kemudian tambahkan 2 kolom untuk filterisasi. pengisiannya sebagai berikut:

Kolom A (filterisasi) manual diisi dengan Pokok Uraian:
  • Untuk bagian Pendapatan semua diisi dengan angka 1
  • Untuk bagian Belanja semua diisi dengan angka 2
  • untuk pembelanjaan diisi dengan angka 3
Dimana apabila nanti kita menggunakan filterisasi kita dapat menampilkan atau menyembunyikan berdasarkan angka tersebut.
Kolom B (filterisasi) manual diisi dengan Sub Pokok Uraian: lebih jelasnya lihat contoh.
Kolom C (filterisasi) otomatis terisi dengan jumlah karakter kode Rekening:
Pada Kolom C6 di buat rumus ='Isian Kode'!D5
dimana Isian Kode yaitu halaman Isian kode yang dibuat tadi dan diambil dari kolom D5 nya. untuk kolom C7 dst bisa dicopy paste dari kolom C6.
Kolom D (Kode rekening) otomatis terisi dengan  kode Rekening: 
Pada Kolom D6 di buat rumus ='Isian Kode'!E5
Ini sama halnya dengan kolom C6 dan dapat pula langsung mengkopy paste halaman C6 pada halaman D6. dan untuk mengisi kolom D7 sama seperti cara pada kolom C.
Kolom E (Uraian) otomatis terisi dengan  Uraian :
Pada kolom ini sama saja seperti kolom C dan D yaitu dengan cara copy paste. atau mendragnya agar lebih gampang cuma yang harus diperhatikan adalah pada Cellnya jangan sampai gak berurutan apabila mengkopy dari C6 maka pada kolom D harus D6 dan pada kolom E harus kolom E6.
Kolom Harga Satuan dan Volume diisi manual pada kolom sub terakhir lihat contoh
Kolom yang lainnya mungkin semua sudah pada hapal untuk penghitungan Anggaran seperti biasa.

Rencana Anggaran Desa
Rencana Anggaran Desa ini tinggal menggunakan Rumus-rumus yang sumbernya berasal dari Isian Pendapatan dan Belanja istilah kerennya tinggal me linkkan saja nanti secara otomatis akan terisi mengikuti data yang kita masukan di halaman Isian Pendapatan dan Belanja. Lumayan mempercepat kerja juga daripada ngisi manual. kita tinggal ngedit-ngedit sedikit kalau saja ada rumus yang error. ini tampilan Rencana Anggaran Desa (RAD);
Semua kolom mulai dari B8 semuanya tinggal menggunakan rumus ='Isian Pendapatan dan belanja'!D6
dimana 'Isian Pendapatan dan belanja'!D6 ini artinya data diambil dari halaman Isian Pendapatan dan Belanja untuk C8 tinggal Copy dari B8 sementara untuk G8 rumusnya ='APBdes Isian'!I6 karena jumlah Kas Desa ada pada kolom I6 di Isian pendpatan dan belanja desa begitu juga untuk yang lainnya tinggal disesuaikan saja.

Maksud penambahan format ini yaitu agar memudahkan pengisian dari semua format/bagian APBDES, jadi secara garis besar kita hanya cukup mengisi Isian Kode Rekening dan Isian Pendapatan dan Pembelanjaan saja untuk yang lainnya nanti akan secara otomatis terisi setelah ditambahkannya beberapa rumus/formula excel.  kita tinggal memeriksa format lain untuk memastikan klop atau tidaknya suatu data.
4. PENYUSUNAN RAPERDES
a. BATANG TUBUH PERDES (PERDES DAN PERSETUJUAN BPD)
Dalam hal ini mungkin sudah tidak perlu lagi dijelaskan karena pada CD yang diberikan pada waktu bintek juda sudah ada dan lengkap anda tinggal menyesuaikan dan mengeditnya saja. namun apabila anda ingin menjadikan Perdes tersebut jadi kesatuan dalam APBDES file excel maka anda tinggal memindahkannya saja pada APBDES dengan membuat halaman/sheet baru. Apabila Sudah dibuat pada APBDES bersamaan dengan yang lainnya maka kita bisa menambahkan Rumus pada bagian Pendapatan Belanja langsung dan lainnya yang berkaitan dengan data APBDES.
b. LAMPIRAN RINGKASAN
Sebelum ke Lampiran ringkasan mungkin kita harus mengisi dulu beberapa hlaman yang ada pada simulasi APBDES ini diantaranya :

ANGGARAN PENDAPATAN DESA

Simulasi APBDES
Pada Anggaran pendapatan untuk pengisiannya kita ambil dari Isian Pendapatan dan belanja. kita tinggal melinkkan saja datanya caranya sama dengan yang diatas saya terangkan sebagai contoh:
kolom B8 diisi dengan rumus ='Isian Pendapatan dan belanja'!D6. untuk yang lainnya silahkan sesuaikan hanya saja pada halan ini yang diambil hanya bagian pendapatannya saja. Lihat Contoh Desa Cilayung

ANGGARAN BELANJA DESA

Simulasi APBDES
Pada Anggaran Desa untuk pengisiannya sama saja cuma yang membedakan ini datanya diambil dari RAD atau Rencana anggaran Desa, contoh;
kolom B10 diisi dengan rumus=RAD!B55 dimana yang diambil hanya pada bagian belanjanya saja.
Lihat Contoh Desa Cilayung

RENCANA BELANJA LANGSUNG

Simulasi APBDES
Pada Bagian Rencana Belanja Langsung ini lumayan rumit pembuatannya terutama untuk menentukan kode rekeningnya yang mungkin ga akan saya uraikan disini. namun sedikit saya jelaskan pertama-tama copy code rekening yang ada pada isian code halaman H pastekan pada sheet baru kemudian Sort A-Z setelah di sort hapus data yang sama sehingga tinggal satu yang tersisa lakukan pada semua yang lebih dari satu setelah itu copy dan pastekan pada kolom Kode rekening halaman ini hasilnya seperti gambar.
Untuk mengisi kolom Uraian pergunakan fungsi Vlookup seperti ini =vlookup(B9;Kode!$A$154:$E$461;5)
untuk kriterianya silahkan sesuaikan cara pembuatan VLOOKUP-() lihat disini
untuk pengisian pada bagian progran menggunakan fungsi =if(isna(Vlookup(C10;Belanja!$C$14:$F$29;4;false));"";Vlookup(C10;Belanja!$C$14:$F$29;4;false)) ini sebagai contoh pada kolom program kegiatan masing-masing kolom untuk rumusnya mempunyai nilai Range yang berbeda-beda disesuaikan dengan Programnya namun yang sama yaitu diambilnya dari halaman/sheet Belanja. jangan lupa disini yang jadi kriterianya adalah kolom uraian. Lihat Contoh desa Cilayung

BELANJA TIDAK LANGSUNG

Simulasi APBDES
Untuk belanja tidak langsung tinggal melakukan proses seperti belanja Desa data yang diambil dari RAD
Lihat Contoh Desa Cilayung

LAMPIRAN ANGGARAN BELANJA DESA

Simulasi APBDES
Dalam ringkasan sama cukup copy paste data yang diambil dari halaman pendapatan. Lihat Contoh Desa Cilayung
c. LAMPIRAN PENJABARAN
Pada lampiran penjabaran lihat gambar dibawah
pengisian pada halaman ini sama halnya dengan pengisian sebelunya kita tinggal melinkkan saja namun disini ada 2 sumber linknya yaitu  dari halaman pendapatan dan belanja untuk memudahkan pada kolom D pembelanjaan sampi F kita pakai fungsi Vlookup lagi. untuk D62=vlookup(B62;Belanja!$B$11:$F$286;3;false) dimana D62 adalah mulainya kolom pembelanjaan

d. LAMPIRAN KEGIATAN BELANJA LANGSUNG
Lampiran Kegiatan lihat gambar
dalam hal ini juga sama tinggal kita linkkan saja dan sesuaikan link yang diambil dari lampiran penjabaran.

5. PENYUSUNAN APBDES SETELAH PERSETUJUAN BPD
a. BATANG TUBUH PERDES (PERDES DAN PERSETUJUAN BPD)
b. LAMPIRAN RINGKASAN
c. LAMPIRAN PENJABARAN
d. LAMPIRAN KEGIATAN BELANJA LANGSUNG
6. DPA DIBUAT PERKEGIATAN ALOKASI BELANJA DALAM REKENING S.D. RINCIAN OBJEK
DPA atau Dokumen Penggunaan Anggaran ini dibuat sama saja dengan dokumen lain yaitu dengan melinkkan data-data yang ada pada halama sumber, untuk DPA ini halaman sumbernya adalah Lampiran Penjabaran
7. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP)
8. BUKU KAS UMUM
9. BUKU PEMBANTU SIMPANAN / BANK
10. BUKU KAS PEMBANTU PENERIMAAN PER RINCIAN OBJEK
11. REKAPITULASI PENERIMAAN / PENDAPATAN
12. BUKU KAS PEMBANTU PENGELUARAN PER KEGIATAN
13. BUKU KAS PEMBANTU SWADAYA PERKEGIATAN
14. BUKU PEMBANTU PAJAK
15. BUKU PANJAR
16. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Mungkin Kami hanya bisa berbagi sampai disini meskipun banyak kekurangan ini semua hanyalah berbagi pengalaman. untuk yang lainnya lain kali kami akan berbagi lagi, apabila ada desa yang ingin mencoba cara desa cilayung ini silahkan dicoba dan apabila ada yang mau Contohnya silahkan isi permintaannya pada kotak komentar. jangan lupa sertakan email untuk memudahkan pengiriman Link unduhannya. kami tidak berani menyertakan link unduhan langsung di blog ini karena sesuatu dan lain hal, mohon dimaklumi. terima kasih.

Sabtu, 05 Mei 2012

ADD

Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Alokasi Dana Desa yang diterima oleh Desa Cilayung pada Tahun anggaran 2012.


Lihat Tampilan lebih besar klik tombol ini
ADD

Jumat, 20 April 2012

Pedoman Kerja Pemerintahan Desa

Dalam hal ini desa merupakan suatu kesatuan didalam pemerintahan sehingga desa tidak terlepas dari aturan atau ketentuan yang ditentukan oleh pemerintah baik itu pemerintahan daerah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.
Didalam menjalankan roda pemerintahannya desa diatur dengan undang-undang atau peraturan yang dibuat pemerintah diatasnya. didalam menjalankan peraturan pemerintah memberikan pedoman-pedoman agar senantiasa terciptanya atau berjalannya peraturan tersebut. tidak hanya dalam bentuk pedoman terkadang pemerintah memberikan pelatihan dan bimbingan kepada perangkat desa.
dibawah ini beberapa pedoman yang dapat membantu pemerintahan desa dalam menjalan pemerintahannya, untuk melihatnya silahkan klik tautan dibawah ini :
  1. LPJ Keuangan Desa
  2. Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Sekdes
  3. Administrasi Pemerintah Desa
  4. Musrenbangdes
  5. Struktur APBDES
  6. Draft Perdes APBDES
  7. Pengelolaan Keuangan Desa
Itulah beberapa pedoman yang mungkin dapat membantu kita dan semoga kita senantiasa dapat melaksanakan dan merealisasikannya dalam menjalankan pemerintahan di Desa.

Selasa, 17 April 2012

APBDes 2012

APBDES atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Cilayung Alhamdulillah telah selesai dibuat dengan susunan yang telah ditetap berdasarkan kesepakatan bersama.
APBDES ini dibuat sesuai dengan Juknis pembuatan APBDES yang berpedoman pada Peraturan Mentri Dalan Negeri No 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa dan Peraturan Bupati Sumedang tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.
Adapun rincian APBDES Desa Cilayung tersebut antara lain :
  1. Peraturan Desa Tentang APBDES ( Lihat selengkapnya..... )
  2. Persetujuan BPD terhadap Perdes APBDES ( Lihat selengkapnya..... )
  3. Lampiran Ringkasan APBDES ( Lihat selengkapnya..... )
  4. Lampiran Penjabaran APBDES ( Lihat selengkapnya..... )
  5. Dokumen Penggunaan Anggaran ( Lihat selengkapnya..... )
  6. Ringkasan Kegiatan ( Lihat selengkapnya..... )
APBDES ini akan menjadi acuan pemerintah Desa Cilayung untuk tahun 2012 semoga semua yang tercantum dalam APBDES ini dapat terealisasikan sebagaimana mestinya.

Mau lihat lebih lengkapnya klik tombol dibawah ini
 APBDES

Senin, 16 April 2012

BKU

Buku Kas Umum ini masih dalam tahap perbaikan mohon maaf kalau datanya belum valid.

Minggu, 01 April 2012

Musrenbang

Panduan Musrebangdes

PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG)

I.   PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional: bahwa pemerintah daerah wajib Menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berfungsi sebagai sebagai dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten, dengan memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi. Untuk menyusun RKPD Kabupaten, pemerintah daerah wajib menyelenggarakan Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai dengan kabupaten, termasuk penyelenggaraan Forum SKPD dan/ atau Gabungan SKPD.
Selanjutnya Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah merupakan kerangka dasar otonomi daerah yang salah satunya mengamanatkan dilaksanakannya perencanaan pembangunan dari bawah secara partisipatif. Selain itu Kabupaten Bandung sudah mempunyai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah, perlu didukung dengan adanya petunjuk teknis penyelenggaraan perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Pendekatan Perencanaan Partisipatif merupakan proses perencanaan atas bawah (top down) dan bawah atas (bottom up) yang diselaraskan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi serta nasional. Musrenbang merupakan instrument proses perencanaan pembangunan, sehingga secara teknis berbagai keputusan dalam pelaksanaan pembangunan dirumuskan setara bersama dan dilaksanakan sesuai dengan jenjang pemerintahan.
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah pada Pasal 128 ayat (2) Penyelesaian Rumusan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam 127 ayat (1) paling lambat pada akhir bulan Mei.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud:
Petunjuk teknis penyelenggaraan musrenbang ini sebagai pedoman penyusunan rencana pembangunan agar lebih terarah, tepat sasaran, tepat waktu yang bersinergi baik antar sektor maupun wilayah.
Tujuan:
  1. Terlaksananya proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari semua tahapan dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
  2. Membangun mekanisme Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang yang lebih partisipatif).
  3. Mengendepankan kaidah musyawarah untuk mufakat.
  4. Mendorong pelaksanaan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkeadilan.
PRINSIP MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG)
Pada prinsipnya, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan system yang melibatkan berbagai kelompok kepentingan atas proses pembangunan yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah.
TAHAPAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG)
Untuk memfasilitasi penyelenggaraan Musrenbang Desa/Kelurahan, kecamatan, Forum SKPD dan/atau Gabungan SKPD, hingga Musrenbang Kabupaten, bersama ini disampaikan pedoman di dalam pelaksanaannya, dengan penjelasan sebagai berikut:
TAHAPAN PERSIAPAN
1.   Penyusunan Rancangan Awal RKPD
Perumusan rancangan awal RKPD Kabupaten merupakan awal dari seluruh proses penyusunan rancangan RKPD untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD untuk menyusun rancangan Renja SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan daerah dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif.
Dokumentasi perumusan dan keseluruhan tahap perencanaan pembangunan daerah daerah dijadikan sebagai kertas kerja (working paper). Suatu kertas kerja perumusan dan keseluruhan tahap penyusunan RKPD merupakan dokumen yang tak terpisah dan dijadikan sebagai dasar penyajian (dokumen).
Perumusan rancangan awal RKPD dilakukan melalui serangkaian kegiatan berikut:
1. Pengolahan data dan informasi;
2. Analisis gambaran umum kondisi daerah;
3. Analisis ekonomi dan keuangan daerah;
4. Evaluasi kinerja tahun lalu;
5. Penelaahan terhadap kebijakan pemerintah nasional dan provinsi;
6. Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD
7. Perumusan permasalahan pembangunan daerah;
8. Perumusan rancangan kerangka ekonomi dan Kebijakan Keuangan daerah;
9. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif;
10. Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif;
11. Pelaksanaan forum konsultasi publik; dan
12. Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif;
2.   Penyusunan Jadual Kegiatan Musrenbang
Guna memperoleh kepastian dalam pengaturan maupun pengelolaan sumber daya, mengingat kegiatan Musrenbang Daerah Kabupaten merupakan sebuah rangkaian panjang dengan proses yang di dalammnya melibatkan berbagai pihak, maka perlu disusun dan disepakati jadual kegiatan yang dibuat pertahapan, sejak persiapan, forum SKPD I, Musrenbang Desa/Kelurahan, Kecamatan, Forum SKPD II/Gabungan, hingga Musrenbang Kabupaten.
3.   Bimbingan Teknis
Seperti telah dikemukakan bahwa Musrenbang merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari pelaksanaan musrenbang sebelumnya, untuk itu perlu upaya penyamaan persepsi dan pemahaman di kecamatan maupun desa/kelurahan agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan. Guna memperoleh akselerasi termasuk perlu dilakukan alih pengetahuan dalam bentuk pelatihan, khususnya bagi pihak yang akan berperan sebagai pelaksana musrenbang, baik di tingkat desa/kelurahan maupun kecamatan. Peserta bintek terdiri atas utusan kecamatan sebanyak 3 orang, yaitu Kepala Seksi Pemberdayaan, Kasubag Program serta satu orang dari unsure publik.
4.   Penyiapan Administrasi
Guna memperoleh kejelasan pelaksanaan, berbagai hal terkait dengan fasilitasi administrasi perlu dipersiapkan dan dilaksanakan.

II.   MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN WARGA (MUSWAR) TINGKAT RK/RW

a. Pengertian
Muswar merupakan kegiatan non formal berupa forum musyawarah warga di tingkat RK/RW yang merupakan wadah untuk melakukan jajak kebutuhan (need assessment) bagi penyiapan usulan kegiatan pembangunan tahunan di tingkat desa/kelurahan. Kegiatan ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan kegiatan Musrenbang desa/kelurahan.
b. Tujuan
Tujuan umum; mendorong partisipasi masyarakat pada tingkat paling bawah (grass root) dalam rangka memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Tujuan khusus; menghimpun dan melakukan identifikasi permasalahan serta menetapkan 5 daftar usulan prioritas pembangunan, dengan 3 urutan pertama akan menjadi bahan masukan lebih lanjut pada Musrenbang desa/kelurahan.
c. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  1. Muswar dilaksanakan di setiap RK/RW pada minggu I dan minggu II bulan Januari tahun yang bersangkutan.
  2. Tempat pelaksanaan kegiatan; Balai warga atau ruangan yang dapat menampung sekitar 30-50 orang.
d. Peserta
Peserta Muswar terdiri dari :
  1. Unsur Desa/Kelurahan (sebagai Tim Pendukung dan nara sumber)
  2. Pengurus RT dan RK/RW
  3. Tokoh Masyarakat/Agama/Adat
  4. Perwakilan Perempuan
  5. Tokoh Pemuda
  6. Kader PKK/Posyandu
  7. Perwakilan kelompok sektoral/profesi (pedagang, dokter, guru, bidan, dll.) yang ada di RK/RW
e. Nara Sumber
Nara sumber yang terlibat dalam pelaksanaan Muswar, adalah : Aparat Kelurahan dan Ketua RK/RW.
f. Penyelenggara Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan Muswar, pelaku kegiatan yang terlibat, adalah:
1. Kepala Desa/Lurah/Aparat
  1. Koordinator pelaksanaan rangkaian Musrenbang Warga (Muswar) di wilayah masing-masing.
  2. Membuat Jadwal dan mengumumkan Pelaksanaan Muswar ke setiap RK/RW
  3. Menjadi nara sumber Muswar
  4. Monitoring pelaksanaan Muswar tingkat RK/RW;
2. Ketua RK/RW
Dalam pelaksanaan Muswar, Ketua RK/RW bertugas sebagai penanggung-jawab kegiatan, dan dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh seorang sekretaris dan anggota, tugas ketua RK/RW sebagai berikut :
  1. Penanggung jawab pelaksanaan Muswar di tingkat RK/RW;
  2. Menandatangani berita acara hasil Muswar;.
  3. Melakukan koordinasi dengan pihak desa/kelurahan dalam melaksanakan Muswar.
3. Sekertaris; Bertugas mencatat dan merekapitulasi serta merangkum dan kemudian memasukannya ke dalam form isian hasil Muswar.
Anggota; Membantu ketua dan sekretaris dalam memfasilitasi, kebutuhan perlengkapan/alat bantu, seperti :
  1. Tempat
  2. Peta wilayah RK/RW
  3. Format isian usulan RT/RK/RW untuk Bidang Ekonomi, Fisik, dan Sosial
  4. Alat tulis, kertas plano, spidol besar, isolasi, dll.
Sekretaris dan Anggota penyelenggara Muswar, bisa diambil dari warga masyarakat RK/RW yang komitmen dan sukarela untuk membantu penyelenggaraan Muswar.
g. Proses Pelaksanaan
1. Data Pendukung yang Dipersiapkan
Data-data pendukung yang perlu dipersiapkan oleh penyelenggara diantaranya:
  1. Peta wilayah Dusun/RK/RW, sebaran titik kelompok miskin dan pengangguran;
  2. Data hasil Muswar tahun sebelumnya (bila ada);
  3. Data Jumlah penduduk per RT;
  4. Data jumlah KK miskin per RT;
  5. Data jumlah fasos dan fasum RT;
  6. Data potensi ekonomi, seperti kelompok-kelompok usaha-usaha kecil dan menengah.
2. Tahapan Pelaksanaan Muswar
  1. Kepala desa/lurah atau aparat yang mewakili memaparkan rencana pembangunan desa.
  2. Pemilihan pemimpin fasilitator (pemandu diskusi Muswar)
  3. Melakukan identifikasi masalah dan kebutuhan di tingkat warga
  4. Merumuskan solusi/usulan program/kegiatan dan rencana sumber pendanaannya
  5. Mengklasifikasi usulan program/kegiatan, yang bisa dilakukan secara swadaya, melalui dana dari ADD (alokasi dana desa) atau yang diusulkan pendanaannya melalui APBD.
  6. Menetapkan 3 prioritas usulan program/kegiatan yang akan diusulkan dalam musrenbang desa/kelurahan dengan penentuan kriteria sebagai berikut : ü Tingkat kebutuhan mendesak (kebutuhan tersebut tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat);
  • Kebermanfaatannya tinggi (kebutuhan tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak, jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain);
  • Sumber daya (Kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup);
  • Dampak lingkungan (kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya). Bail lingkungan fisik maupun sosial.
7. Penyepakatan hasil Muswar yang dibuktikan dengan adanya Berita Acara  Penetapan (BAP) Muswar
8. Menetukan 5 orang delegasi peserta Muswar untuk mengikuti musrenbang desa/kelurahan
9. Hasil dari pelaksanaan Muswar diserahkan paling lambat 2 (dua) hari setelah pelaksanaan segera diserahkan ke desa/kelurahan.
3. Batasan Pembahasan
Ruang lingkup aspek pembahasan dan batasan program dalam Muswar meliputi :
1). Bidang sosial
2). Bidang ekonomi dan
3). Bidang fisik lingkungan (prasarana dan sarana dasar lingkungan)
h. Keluaran/Output
Muswar menghasilkan dokumen yang berbentuk BAP yang berisi :
  1. 5 Daftar usulan prioritas permasalahan/kebutuhan serta solusi program/kegiatan untuk dibawa ke Musrenbang desa/kelurahan;
  2. 5 orang Delegasi RK/RW untuk mengikuti Musrenbang desa/kelurahan dengan melibatkan unsur-unsur yang ada (minimal 2 perempuan).
i. Anggaran/Pendanaan 
Kegiatan Muswar ini didanai dari swadaya dan ADD (Alokasi Dana Desa) atau stimulan.

III. MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN Desa/Kelurahan (MusrenbangDes/KEL)

A. Pengertian 
Musrenbang desa/kelurahan adalah forum musyawarah perencanaan tahunan di tingkat desa/kelurahan untuk membahas dan menyepakati usulan kegiatan pembangunan hasil Muswar. Hasil dari musrenbang desa/kelurahan akan diusulkan di tingkat kecamatan. 
B. Tujuan
Tujuan umum; mendorong partisipasi masyarakat desa/kelurahan dalam menyusun perencanaan pembangunan tahunan di tingkat desa /kelurahan.
Tujuan khusus; secara khusus Musrenbang desa/kelurahan bertujuan untuk :
  1. Menampung dan membahas usulan Muswar di tingkat RK/RW;
  2. Menampung dan membahas usulan Muswar di tingkat RK/RW
  3. Menetapkan usulan yang akan didanai oleh ADD/stimulan.
  4. Menetapkan usulan kegiatan yang kan diajukan pada musrenbang Kecamatan;
  5. Menetapkan delegasi Musrenbangdes/kel yang akan mengikuti musrenbang kecamatan.
  6. Menetapkan Tim pelaksana kegiatan yang didanai oleh ADD/stimulan.
  7. Menetapkan Tim pengawas kegiatan yang didanai oleh ADD/stimulan
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  1. Musrenbang desa/kelurahan dilaksanakan pada minggu III-IV bulan Januari setiap tahun anggaran.
  2. Pelaksanaan kegiatan Musrenbang desa/kelurahan dilaksanakan di wilayah desa/kelurahan (tempat yang disepakati).
D. Peserta
Peserta Musrenbang desa/ kelurahan, terdiri dari unsur :
1) Unsur Pemerintahan desa/kelurahan
a) Kepala desa/lurah;
b) Sekretaris desa/kelurahan;
c) Para kasie (kepala seksi) yang ada di Desa/Kelurahan;
d) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat
e) Perwakilan BPD (Badan Perwakilan Desa)
2) Unsur delegasi RK/RW dan organisasi masyarakat di desa/kelurahan
  1. Delegasi dari utusan RK/RW yang berjumlah 5 orang (minimal 2 perempuan)
  2. Organisasi masyarakat di tingkat desa/kelurahan (Karang Taruna, kader Posyandu, PKK, dll.);
  3. Tokoh pemuda;
  4. Tokoh/Kelompok Perempuan;
  5. Tokoh Agama/Masyarakat;
  6. Majlis Taklim;
  7. Perwakilan masyarakat miskin;
  8. Kelompok Profesi (guru, dokter, pengusaha, dll.);
  9. LSM yang berdomisili dan beraktivitas di wilayah desa/kelurahan setempat;
  10. Kelompok usaha kecil (sektor informal).
  11. Komite Sekolah yang berdomisili di tingkat desa/kelurahan.
E. Nara Sumber
Nara sumber dalam pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan dari :
1). Camat/Aparat kecamatan mengulas kegiatan tahun lalu;
2). Kepala Desa/Lurah.
F. Penyelenggara
Penyelenggara pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan adalah tim kepanitiaan yang dibentuk oleh kepala desa/kelurahan, beranggotakan terdiri dari :
  1. Kepala desa/kelurahan, sebagai ketua/penanggungjawab kegiatan;
  2. Sekretaris, dipilih dari unsur Desa/Kelurahan;
  3. Anggota penyelenggara Musrenbangdes/kel bisa diambil dari warga masyarakat desa/kel yang komitmen dan sukarela untuk membantu penyelenggaraan Musrenbangdes/kel.
G. Peran dan Fungsi Pelaku Kegiatan
Pelaku dari kegiatan Musrenbang desa/kelurahan, yaitu :
1. Camat
  1. Melakukan monitoring pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan;
  2. Menjadi nara sumber pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan;
  3. Menerima BAP Musrenbang desa/kelurahan tentang kebutuhan prioritas pembangunan tahunan desa/kelurahan.
  4. Merekapitulasi BAP Musrenbangdes/kel sebagai bahan musrenbangcam.
2. Kepala Desa/Kelurahan
a). Pada Persiapan Musrenbang Desa/Kelurahan
  1. Penanggung jawab rangkaian pelaksanaan Musrenbang di Desa/Kelurahan;
  2. Bersama Kasie Pembangunan desa/kelurahan, melakukan kompilasi/penyusunan daftar permasalahan desa/kelurahan hasil kegiatan Muswar tingkat RK/RW sebagai bahan/materi pembahasan Musrenbang desa/kelurahan (penyiapan dokumen desa/kelurahan);
  3. Membentuk tim penyelenggara Musrenbang desa/kelurahan, terdiri dari ketua/penanggung jawab, sekretaris, dan beberapa anggota.
b). Pada Proses Pelaksanaan
  1. Membuka acara Musrenbang desa/kelurahan;
  2. Memberikan pemaparan tentang pelaksanaan pembangunan tahun berjalan, dan rencana pembangunan desa untuk satu (1) tahun kedepan;
  3. Menyampaikan daftar usulan kegiatan tahun lalu yang belum diakomodir;
  4. Menandatangani berita acara hasil Musrenbang desa/kelurahan yang berisi :
  • Daftar Usulan kegiatan yang akan diajukan dalam Musrenbangcam;
  • Daftar nama delegasi yang akan mengikuti musrenbangcam
5.Menutup acara pelaksanaan Musrenbangdesa/kelurahan.                                                                 
3. Penyelenggara (Panitia Pelaksana)
  1. Menyebarkan undangan ke seluruh peserta Musrenbang desa/kelurahan;
  2. Menyiapkan dokumen pendukung (data-data) terkait dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi di desa/kelurahan;
  3. Menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan;
  4. Menyiapkan tempat/ruang rapat yang representatif;
  5. Menyediakan konsumsi rapat;
  6. Membuat daftar hadir dan mencatat jalannya diskusi
  7. Membuat BAP (Berita Acara Penetapan) Musrenbang.
4. Delegasi RW
  1. Memberikan penjelasan, klarifikasi permasalahan, usulan serta solusi dari hasil kegiatan Muswar RK/RW;
  2. Memberikan masukan/pendapat pada saat pembahasan.
5. Peserta Lainnya
Memberikan saran pendapat dalam pembahasan usulan prioritas kegiatan pembangunan di desa/kelurahan.
H. Proses Pelaksanaan
1. Tahapan Persiapan
Persiapan dokumen dilakukan oleh penyelenggara kegiatan. Persiapan dokumen bertujuan untuk mengkompilasi hasil Muswar dan usulan kegiatan desa/kelurahan lainnya, meliputi :
  1. Dokumen Daftar permasalahan hasil Muswar ;
  2. Dokumen Rencana Strategis (Renstra) desa/kelurahan;
  3. Draft rencana kerja SKPD untuk tahun berikutnya, terutama Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Usaha Kecil Menengah dan Pekerjaan Umum; jika belum ada bisa mengacu pada Renstra SKPD;
  4. Data evaluasi program kegiatan yang sudah dan yang sedang dilaksanakan di desa/kelurahan bersangkutan;
  5. Monografi desa/kelurahan (luas wilayah, struktur organisasi desa/kelurahan, jumlah penduduk, fasilitas sosial, fasilitas umum, sarana keagamaan);
  6. Peta lingkungan RK/RW (potensi dan permasalahan);
  7. Peta sebaran kelompok miskin;
  8. Format-format isian Musrenbang desa/kelurahan.
2. Tahapan Pelaksanaan
  1. Pendaftaran peserta ;
  2. Pembukaan dan penjelasan mekanisme Musrenbang;
  3. Pengarahan camat tentang informasi rencana kegiatan pembangunan di kecamatan dan evaluasi program yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya;
  4. Pemaparan oleh kepala desa/lurah untuk memberikan pemaparan tentang pelaksanaan pembangunan tahun berjalan, dan rencana pembangunan desa untuk satu (1) tahun kedepan dan menyampaikan daftar usulan kegiatan tahun lalu yang belum diakomodir;
  5. Pemaparan kebutuhan usulan kegiatan prioritas yang disampaikan oleh delegasi tiap RK/RW sesuai hasil Muswar;
  6. Dilanjutkan dengan pembahasan yang dipimpin oleh tenaga pendukung/fasilitator, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Membagi peserta kedalam 3 kelompok bidang :
1). Bidang Sosial
2). Bidang Ekonomi
3). Bidang Fisik
  • Masing-masing kelompok membahas setiap usulan hasil Muswar sesuai kelompok bidang.
  • Masing-masing usulan disesuaikan dengan rencana strategis desa/kelurahan dan draf renja atau renstra SKPD. Jika usulan tidak sesuai maka usulan tersebut gugur.
  • Masing-masing kelompok menentukan prioritas usulan berdasarkan kriteria sebagai berikut :
  • Masing-masing kelompok mengindentifikasi solusi atas masalah dalam usulan kegiatan dan potensi sumber pendanaannya yaitu :
  1. Usulan kegiatan yang akan didanai/dikerjakan oleh swadaya masyarakat murni setempat;
  2. Usulan kegiatan yang akan didanai ADD/dana stimulan;
  3. Usulan kegiatan yang akan didanai APBD Kabupaten.
  • Masing-masing kelompok menentukan 3 usulan prioritas yang akan dibawa ke diskusi pleno;
  • Diskusi pleno secara bersama-sama mengidentifikasi prioritas utama dan prioritas lanjutan dari masing-masing bidang.
  • Prioritas utama adalah kegiatan prioritas yang mencakup :
  1. 5 usulan yang akan diajukan di Musrenbangcam (diupayakan mengakomodasi usulan masing-masing bidang);
  2. 5 usulan yang akan diajukan untuk didanai ADD/stimulan, (diupayakan mengakomodasi usulan masing-masing bidang).
  • Prioritas Lanjutan adalah kegiatan yang akan diajukan pada tahun berikutnya (Jika masih sesuai dengan kondisi permasalahan).
g) Penentuan 5 orang delegasi untuk mengikuti Musrenbang kecamatan, yang berasal dari unsur masyarakat dan pemerintah (minimal 2 orang perempuan).
h) Penandatanganan berita acara oleh perwakilan peserta dan kepala desa/kelurahan.
i) Pembacaan Berita Acara agar seluruh peserta musrenbang mengetahui hasil-hasil musrenbangdes;
j) Penutupan oleh kepala desa/kelurahan.
3. Batasan Pembahasan
Ruang lingkup aspek pembahasan dan batasan program dalam Musrenbangdes/kel :
a) Bidang sosial
b) Bidang ekonomi dan
c) Bidang fisik lingkungan (sarana dan prasarana dasar lingkungan)
I. Keluaran/Output Musrenbang Desa/Kelurahan
Musrenbang desa/kelurahan menghasilkan dokumen Berita Acara yang berisi :
a) 5 usulan yang akan diajukan di Musrenbangcam
b) 5 usulan yang akan diajukan untuk didanai ADD/stimulan
c) Tim pelaksana kegiatan yang didanai oleh ADD/stimulan
d) Tim pengawas Kegiatan yang didanai oleh ADD/stimulan
e) Delegasi musrenbangdes/kelurahan
J. Anggaran/Pendanaan
Kegiatan pelaksanaan Musrenbang desa/kelurahan didanai oleh APBD Kabupaten.

IV. MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN KECAMATAN (MUSRENBANGCAM)

A. Pengertian
Musrenbang kecamatan adalah musyawarah tahunan di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan, konfirmasi, klarifikasi, berbagai prioritas kegiatan berdasarkan hasil Musrenbang desa/kelurahan, program lintas desa/kelurahan, serta program internal kecamatan sebagai dasar bagi penyusunan Rencana Program Kerja Kecamatan (RPTK).
B. Tujuan
Tujuan umum; mendorong peran dan partisipasi masyarakat dalam merumuskan dan pengambilan keputusan bersama-sama pemerintah dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan di tingkat kecamatan.
Tujuan khusus; secara khusus Musrenbang Kecamatan bertujuan untuk :
  1. Membahas prioritas kegiatan hasil Musrenbang desa/kelurahan di wilayah kecamatan yang bersangkutan;
  2. Melakukan koordinasi, konfirmasi, klarifikasi usulan program tingkat kecamatan;
  3. Melakukan klasifikasi atas prioritas kegiatan pembangunan kecamatan sesuai dengan fungsi-fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);
  4. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan diusulkan pada forum SKPD.
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Musrenbang Kecamatan dalam setiap tahun dilaksanakan pada minggu III dan IV bulan Februari setiap tahun anggaran, yang bertempat di aula/kantor kecamatan.
D. Peserta
Peserta Musrenbang Kecamatan berjumlah sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) orang, mewakili masyarakat dan organisasi kemasyarakatan serta pelaku pembangunan lainnya, yang terdiri dari :
1). Unsur Muspika :
a) Camat
b) Danramil
c) Kapolsek
2). Unsur Pemerintah Kecamatan :
a) Sekretaris Camat;
b) Para Kasie yang ada di kecamatan;
c) Puskesmas kecamatan;
d) KCD kecamatan;
3). Unsur Desa/Kelurahan :
a) Kepala Desa/Kelurahan;
b) Delegasi yang ditunjuk pada saat Musrenbang Desa/Kelurahan yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah.
4). Unsur Masyarakat :
a) Organisasi masyarakat di tingkat kecamatan (MUI, KNPI, Karang Taruna, PKK);
b) Tokoh masyarakat;
c) Tokoh pemuda;
d) Tokoh/Kelompok perempuan;
e) Kelompok pengusaha kecil/sektor informal;
f) LSM yang berdomisili dan beraktifitas di kecamatan tersebut;
g) Kelompok profesi (dokter, guru, pengusaha, dll);
h) Komite Sekolah yang berdomisili di tingkat kecamatan.   
E. Nara Sumber
Nara sumber dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan, terdiri dari :
  1. Tim Panitia Anggaran Kabupaten Lebak (Bappeda);
  2. Perwakilan SKPD Kabupaten Lebak;
  3. Camat ;
  4. Anggota DPRD Kabupaten Lebak yang berasal dari Daerah Pemilihan (DP) kecamatan bersangkutan;
F. Penyelenggara
Penyelenggara Musrenbang kecamatan adalah aparatur kecamatan dengan susunan sebagai berikut :
  1. Camat sebagai penanggung-jawab kegiatan, yang dibantu oleh Ketua, Sekretaris dan beberapa anggota.
  2. Anggota penyelenggara Musrenbangcam bisa diambil dari warga masyarakat kecamatan yang komitmen dan sukarela untuk membantu penyelenggaraan Musrenbangcam.
G. Peran dan Fungsi Pelaku Kegiatan
1). Bappeda
  1. Sebagai koordinator pelaksana kegiatan Musrenbangcam;
  2. Memberikan penjelasan tentang prioritas pembangunan yang sesuai dengan Renstrada/RPJM Daerah;
  3. Menerima BAP (Berita Acara Penetapan) Musrenbang kecamatan;
  4. Menghimpun data hasil Musrenbang kecamatan.
2). DPRD
a). Pada persiapan musrenbang kecamatan
a) Menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan dengan mengoptimalkan masa reses
b) Mendokumentasikan hasil jaring aspirasi masyarakat sebagai bahan pemaparan dalam musrenbangcam
b). Pada pelaksanaan
a) Memaparkan hasil jaring aspirasi masyarakat yang didapat hasil reses
b) Mengawal usulan musrenbangcam pada tahap perencanaan penganggaran selanjutnya
3. Camat
a) Pada Persiapan Musrenbang Kecamatan
a) Penanggung jawab rangkaian pelaksanaan Musrenbang di kecamatan;
b) Membentuk tim penyelenggara Musrenbang kecamatan, terdiri dari ketua/penanggung jawab, sekretaris, dan beberapa anggota.
b). Pada Pelaksanaan
a) Menyampaikan pengantar tentang pentingnya pelaksanaan Musrenbang kecamatan, serta membuka acara;
b) Memaparkan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di kecamatan dan evaluasi program yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya;
c) Menandatangani berita acara dan menutup pelaksanaan Musrenbang kecamatan;
d) Bersama Kasie Pembangunan kecamatan, melakukan rekapitulasi hasil musrenbangcam sebagai bahan materi pembahasan forum SKPD.
4. Tim Penyelenggara
  1. Merekapitulasi hasil dari seluruh Musrenbang desa/kelurahan;
  2. Menyusun jadwal kegiatan dan agenda acara Musrenbang kecamatan;
  3. Menyebarkan undangan ke seluruh peserta Musrenbang kecamatan;
  4. Membantu tim delegasi kecamatan dalam menjalankan tugasnya di Musrenbang SKPD dan Musrenbang kabupaten;
  5. Menyiapkan tempat/ruang rapat yang representatif;
  6. Menyediakan konsumsi rapat;
  7. Membuat daftar hadir;
  8. Membagikan rekapitulasi usulan hasil musrenbangdes/kel saat pendaftaran peserta.
5. Delegasi Desa/Kelurahan
a) Memberikan penjelasan/klarifikasi mengenai usulan program dari desa/kelurahan;
b) Memberikan masukan/pendapat pada saat pembahasan.
6. Peserta Lainnya
Memberikan masukan/pendapat/saran pada saat pembahasan
H. Proses Pelaksanaan
1. Tahap Persiapan
Materi yang harus di siapkan pada Musrenbang kecamatan adalah :
a) Data kegiatan usulan pelaksanaan pembangunan kecamatan tahun sebelumnya yang sudah terlaksana/belum terlaksana
b) Dokumen hasil Musrenbang desa/kelurahan;
c) Peta permasalahan terutama permasalahan lintas desa/kelurahan dan potensi yang dimiliki;
2. Batasan Pembahasan
Ruang lingkup aspek pembahasan dan batasan program dalam musrenbangcam :
a) Bidang sosial
b) Bidang ekonomi dan
c) Bidang fisik lingkungan (sarana dan prasarana dasar lingkungan)
3. Teknis Pelaksanaan
a. Tahap Persiapan
1) Persiapan Rapat
Persiapan rapat dilakukan oleh tim penyelenggara yang telah dibentuk sebelumnya oleh camat. Persiapan yang harus dilakukan antara lain penyebaran undangan, menyusun jadwal acara, penyiapan tempat/ruang rapat, serta penyiapan alat dan perlengkapan. Ketiganya dilaksanakan secara paralel oleh tim penyelenggara.
2) Persiapan Dokumen
a) Persiapan dokumen dilakukan oleh tim penyelenggara Kecamatan, persiapan dokumen bertujuan untuk mengkompilasi hasil Musrenbang desa/kelurahan;
b) Daftar usulan desa/kelurahan;
c) Peta potensi dan permasalahan kecamatan;
d) Peta lingkungan kecamatan;
e) Data proyek yang telah dilaksanakan dan yang sedang dilaksanakan;
f) Draf RKPD Kabupaten Lebak;
g) Format-format isian musrenbangcam;
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pendaftaran Peserta Musrenbang Kecamatan pada saat hari pelaksanaan Musrenbang Kecamatan;
2) Pembukaan oleh Camat untuk memaparkan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di kecamatan dan evaluasi program yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya;
3) Pemaparan mengenai isi draf RKPD oleh Bapeda;
4) Pemaparan draf renja SKPD.
5) Pemaparan hasil reses oleh DPRD;
6) Dilanjutkan dengan pembahasan yang dipimpin oleh tenaga pendukung/fasilitator, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Ø Membagi peserta kedalam 3 kelompok bidang :
1). Bidang Sosial
2). Bidang Ekonomi dan
3). Bidang Fisik
Ø Masing-masing kelompok membahas setiap usulan hasil musrenbangdes/kel sesuai kelompok bidang.
Ø Masing-masing usulan disesuaikan dengan draf renja atau renstra SKPD. Jika usulan tidak sesuai maka usulan tersebut gugur.
Ø Masing-masing kelompok menentukan prioritas usulan berdasarkan kriteria sebagai berikut :
Ø Masing-masing kelompok mengindentifikasi solusi atas masalah dalam usulan kegiatan dan potensi sumber pendanaannya.
Ø Masing-masing kelompok menentukan 5 usulan prioritas yang akan dibawa ke diskusi pleno;
7) Diskusi pleno untuk menyepakati hasil diskusi kelompok.
8) Penentuan 5 orang delegasi untuk mengikuti forum SKPD, yang berasal dari unsur masyarakat dan pemerintah.
9) Penandatanganan berita acara oleh perwakilan peserta dan camat.
10) Pembacaan Berita Acara agar seluruh peserta musrenbang mengetahui hasil-hasil Musrenbangcam;
11) Penutupan oleh camat.
I. Keluaran/Out put Musrenbang Kecamatan
Musrenbang kecamatan menghasilkan dokumen Berita Acara yang berisi :
1). Usulan program/kegiatan per bidang 
2). Tim Delegasi untuk forum SKPD
J. Anggaran/Pendanaan
Pendanaan dari kegiatan pelaksanaan Musrenbang Kecamatan didanai oleh APBD Kabupaten.

V.  FORUM SKPD

Forum SKPD I
A.  Pengertian 
Forum SKPD adalah forum musyawarah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang tahunan tingkat kecamatan dengan SKPD atau gabungan SKPD, yang berhubungan dengan fungsi/sub fungsi, program/kegiatan sektor atau lintas sektor yang tatacara penyelenggaraannya dilakukan oleh SKPD.  

B.  Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan Forum SKPD adalah :
1).  Memaduserasikan prioritas kegiatan pembangunan dari setiap kecamatan dengan Rencana Kerja (Renja)  SKPD;
2).  Menyusun prioritas Rencana Kerja (Renja) SKPD disertai plafon/pagu dana SKPD dan prioritas usulan kecamatan setelah dilakukan verifikasi oleh SKPD yang terkait;
3).  Menetapkan prioritas Renca Kerja  (Renja) SKPD dan prioritas usulan kecamatan;
4).  Melakukan koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan antar SKPD.

C.   Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1).  Waktu Forum SKPD dilaksanakan minggu II-III bulan Maret
2).  Tempat pelaksanaan Forum SKPD di setiap SKPD atau digabung beberapa SKPD terkait.

D.  Peserta
Peserta Forum SKPD berasal dari unsur :
1).      Kepala dan bagian perencanaan program SKPD (Dinas, Badan, Kantor, dan Bagian);
2).      DPRD Kabupaten
3).      Delegasi setiap kecamatan dengan memperhatikan keterwakilan perempuan;
4).      Dewan Pendidikan Kabupaten;
5).      Perguruan Tinggi;
6).      IDI dan  IBI Cabang Kabupaten;
7).      PMI Kabupaten;
8).      Organda Kabupaten;
9).      KNPI Kabupaten;
10).   MUI Kabupaten;
11).   LSM yang berkedudukan dan beraktifitas di tingkat Kabupaten Lebak.   

E.  Nara Sumber
Nara sumber Forum SKPD, terdiri dari :
1)    Bapeda Kabupaten;
2)    DPPK Kabupaten;
3)    Kepala–kepala SKPD Kabupaten;
4)    Anggota DPRD dari komisi yang sesuai dengan bidangnya. 

F.  Penyelenggara
Penyelenggara Forum SKPD adalah Bappeda dan masing-masing SKPD. Bapeda sebagai koordinator dan penanggungjawab penyelenggaraan  Forum SKPD. Dalam hal ini Bappeda dapat membentuk tim penyelenggara Forum SKPD sesuai dengan jumlah dan formasi yang telah ditetapkan.

G. Peran dan Fungsi Pelaku Kegiatan
1.  Bappeda 
a)    Koordinator atau penanggungjawab pelaksanaan Forum SKPD;
b)    Membentuk tim pelaksana atau penyelenggara pelaksanaan Forum SKPD; 
c)    Melakukan koordinasi dalam  pelaksanaan pra forum SKPD yang diselenggarakan masing-masing SKPD.
d)    Melaksanakan monitoring pelaksanaan pra forum SKPD
e)    Mengkompilasi dan mengidentifikasi prioritas kegiatan pembangunan  dari setiap kecamatan yang telah disesuaikan dengan kewenangan (tupoksi) SKPD;
f)     Sebagai nara sumber dalam pelaksanaan Forum SKPD.

2.     Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) 
a)    Menyelenggarakan pra forum SKPD;
b)    Mempersiapkan bahan materi (usulan) Rencana Kerja SKPD masing-masing;
c)    Mengkompilasikan usulan prioritas Rencana Kerja SKPD dengan mengutamakan usulan hasil Musrenbang kecamatan;
d)    Menyusun Berita Acara Penetapan pra forum SKPD yang berisi : Rencana Kerja dan Anggaran SKPD masing-masing di forum SKPD.yang akan dipaparkan pada forum SKPD.


3.     Kelompok Sektoral
a)    Memberikan pendapat dan usulan yang berkaitan dengan pembangunan disektor tersebut di pra forum SKPD;
b)    Melakukan pengawalan usulan program/kegiatan pra forum SKPD di forum SKPD;

4.     Delegasi Kecamatan
a)    Memberikan pendapat dan penjelasan tentang usulan kegiatan pembangunan tingkat kecamatan di pra forum SKPD;
b)    Melakukan pengawalan usulan program/kegiatan pra forum SKPD di forum SKPD;

5.     TIM Penyelenggara  Forum SKPD
a)    Merekapitulasi seluruh hasil Musrenbang kecamatan;
b)    Menyusun rincian jadwal, agenda dan tempat  pra forum SKPD yang diselenggarakan oleh masing-masing SKPD,
c)    Mengumumkan secara terbuka  pelaksanaan Forum SKPD;
d)    Menginventarisir dan mengundang peserta Forum SKPD;
e)    Memberikan laporan kepada Bapeda hasil dari forum SKPD yaitu :
1.    Jumlah usulan kecamatan yang diadopsi oleh SKPD;
2.    Rekapitulasi jumlah usulan SKPD yang berasal dari SKPD
3.    Kesesuaian anggaran Renja masing-masing SKPD  disesuaikan dengan plafon anggaran sementara yang diberikan;
f). Membuat Berita Acara penetapan forum SKPD dan ditandatangani oleh Tim Penyelenggara dan perwakilan peserta;
g). Memberikan hasil Forum SKPD ke Komisi DPRD terkait;

6.  Peserta Lainnya 
Memberikan masukan, pendapat dan saran pada saat pra forum SKPD maupun forum SKPD.  

H.  Proses Pelaksanaan

I. Forum SKPD

1.  Materi yang harus disiapkan
ü  Dokuman Renstrada/RPJM Kabupaten;
ü  Dokumen Renstra SKPD setiap SKPD
ü  Dokumen Draf Rencana Kerja (Renja) setiap SKPD; 
ü  Dokumen hasil Musrenbang kecamatan;
ü  Pagu dan alokasi anggaran untuk SKPD.

2.  Teknis Pelaksanaan
a)    Tahap Persiapan
1)    Kepala SKPD membentuk tim penyelenggara forum SKPD
2)    Tim penyelenggara melakukan persiapan penyelenggaraan forum SKPD dengan melakukan :
a.    Menetapkan jadwal acara penyelenggaraan pra forum SKPD berdasarkan  jadwal yang  disusun Bappeda
b.    Mengundang peserta yang terdiri dari unsur :
1.       DPRD sesuai mitra kerja SKPD;
2.       Delegasi musrenbang kecamatan sesuai dengan sektor masing-masing
3.       Kelompok profesi sesuai dengan bidang SKPD (contoh: PGRI dan Dewan Pendidikan untuk pra forum SKPD Pendidikan, IBI dan IDI untuk pra forum SKPD kesehatan )
4.       Kelompok masyarakat sesuai dengan bidang SKPD (Contoh: KTNA untuk forum SKPD pertanian, kelompok pedagang kaki lima untuk forum SKPD Koperasi dan UKM)
5.       LSM sesuai dengan bidang SKPD
3).   Menyiapkan tempat dan materi-materi.

b)   Tahap Pelaksanaan
1). Pembukaan oleh kepala SKPD
2). Pemaparan draf renja SKPD oleh  bagian perencanaan program SKPD;
3). Pemaparan hasil jaring aspirasi masyarakat oleh DPRD;
4).  Pemaparan usulan kegiatan dari kelompok sektoral
5).  Fasilitator memandu diskusi forum untuk melakukan verifikasi usulan kegiatan masing-masing kecamatan dan kelompok sektoral untuk memastikan bahwa usulan tersebut diadopsi dalam renja SKPD.
6).  Pembentukan Delegasi forum SKPD yang berjumlah 5 orang (minimal 2 perempuan) terdiri dari :
a.    Unsur SKPD
b.    Unsur delegasi kecamatan
c.    Unsur kelompok sektoral
7).  Penetapan  Berita Acara Penetapan pra forum SKPD yang terdiri dari
a.    Daftar usulan kecamatan dan kelompok sektoral yang di adopsi
b.    Daftar usulan kecamatan dan kelompok sektoral yang ditolak serta alasannya.
8).  Penutup oleh Kepala SKPD
9). Penyerahan Berita Acara para forum SKPD oleh kepala SKPD kepada Bappeda.

Forum Gabungan SKPD
1.   Materi yang harus disiapkan :
1).  Dokuman Renstrada/RPJM Kabupaten;
2).  Dokumen Renstra SKPD setiap SKPD
3).  Dokumen Draf Rencana Kerja (Renja) setiap SKPD; 
4).  Dokumen hasil pra forum SKPD;
5).  Pagu dan alokasi anggaran untuk SKPD.

2.   Tehnis Pelaksanaan
a)    Tahap Persiapan
1). Tim penyelenggara  forum SKPD melakukan persiapan pelaksanaan forum SKPD :
a.    Menetapkan jadwal acara penyelenggaraan forum SKPD berdasarkan  jadwal dan agenda acara.
b.    Mengundang peserta yang terdiri dari unsur :
ü  DPRD dari masing-masing komisi;
ü  Delegasi forum SKPD yang berasal dari masing-masing SKPD;
ü  Kelompok Sektoral :
2). Kelompok profesi dari masing-masing bidang (PGRI,Dewan Pendidikan, IBI, IDI) dll.
3). Kelompok masyarakat sesuai dengan bidang SKPD Contoh: ( KTNA, Koperasi dan UKM,)dll.
4).  LSM sesuai dengan Bidang SKPD
5).  Menyiapkan tempat dan materi-materi.
b). Tahap Pelaksanaan
1).  Pembukaan oleh kepala Bappeda dan penjelasan tujuan forum SKPD untuk memaduserasikan usulan antar renja SKPD;
2).  Pemaparan draf RKPD  oleh  Bappeda;
3).  Penyampaian proyeksi anggaran oleh Kepala DPPK dan plafon anggaran untuk setiap SKPD
4).  Fasilitator membagi forum menjadi 3 kelompok yaitu :
a.    Kelompok A Bidang Sosial mencakup :
1). Urusan wajib :
a)    Bidang Pendidikan
b)    Bidang Kesehatan dan Sosial
c)    Sekretariat Daerah
d)    Badan Kepegawain Daerah
e)    Bidang Kependudukan
2). Urusan pilihan :
a)    Sekretariat Dewan

b.   Kelompok B Bidang Ekonomi mencakup :
1). Urusan wajib :
a)    Bidang Usaha kecil menengah
b)    Bidang Perindustrian dan Perdagangan
c)    Bidang Perhubungan
d)    Bidang Tenaga Kerja
e)    Bidang Pemberdayaan masyarakat
2). Urusan pilihan :
1.    Bidang Pertanian
2.    Bidang Pertambangan dan Energi
3.    Bidang Kehutanan dan Perkebunan
4.    Bidang Perikanan dan Kelautan
5.    Bidang Pariwisata

c.    Kelompok C Bidang Fisik mencakup :
1). Urusan wajib :
a)    Bidang Pekerjaan Umum
b)    Bidang Perencanaan
c)    Bidang Lingkungan Hidup dan kebersihan
d)    Bidang Perhubungan
5).  Masing-masing kelompok melakukan klarifikasi dan verifikasi usulan kegiatan masing-masing SKPD untuk menghindari tumpang tindih kegiatan. Sehingga terjadi sinkronisasi usulan antar SKPD.
6).  Masing-masing kelompok menetapkan rencana kerja anggaran masing-masing SKPD.
7).  Pemaparan hasil diskusi oleh masing-masing kelompok terutama kesepakatan tentang program-program yang tumpang-tindih;
8).  Penandatanganan Berita Acara Penetapan (BAP) forum SKPD oleh perwakilan peserta diskusi yang disetujui oleh Kepala Bappeda;
9).  Penutup.

I.   Keluaran/output  Forum SKPD
Keluaran Forum SKPD adalah :
1).  Berita Acara Penetapan hasil Forum SKPD yang berisi :
a.    Renja masing-masing SKPD yang sudah di sinkronisasikan;
b.    Data dan informasi mengenai usulan hasil forum SKPD, yang tereleminasi beserta alasannnya
J.    Anggaran/Pendanaan
Pelaksanaan Forum SKPD  didanai oleh APBD Kabupaten Bandung.

VI.  MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN (MUSRENBANGKAB)

A.  Pengertian 
Musrenbang Kabupaten adalah musyawarah pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat Kabupaten untuk memantapkan Rancangan-RKPD Kabupaten berdasarkan Renja-SKPD hasil Musrenbang SKPD, dalam rangka memantapkan keserasian antara Renja-SKPD dengan Rancangan Awal RKPD yang telah disusun oleh Bappeda berdasarkan masukan hasil Musrenbang desa/kelurahan, kecamatan, hingga SKPD.

Hasil Musrenbang Kabupaten adalah prioritas kegiatan yang telah dipilah menurut sumber pendanaan dari APBD II, APBD I, dan APBN selanjutnya menjadi rujukan pada proses penyusunan anggaran tahunan daerah. RKPD adalah Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang diprioritaskan kegiatannya menjadi rujukan utama penyusunan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD).
B.  Tujuan
Tujuan umum; mendapatkan masukan untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD, termasuk informasi mengenai rencana kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD II, APBD I, APBN  dan sumber pendanaan lainnya.

Tujuan khusus:
1.  Mendapatkan masukan terhadap rancangan awal RKPD;
2. Mendapatkan sinkronisasi hasil-hasil Musrenbang desa/kelurahan, kecamatan, dan forum SKPD untuk menjadi prioritas program/kegiatan pembangunan Kabupaten;
3.  Memadukan perencanaan dan penganggaran di tingkat Kabupaten;
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Musrenbang Kabupaten dilaksanakan pada minggu V bulan Maret, bertempat di Pusat Pemerintahan Kabupaten.
D. Peserta
Peserta adalah pihak-pihak yang telah mengikuti proses Forum SKPD dan Unsur-unsur lainnya, terdiri dari :
a.     Perwakilan Propinsi
1).  Ketua DPRD Propinsi
2).  Kepala Bapeda Propinsi

3).  Unsur MUSPIDA Kabupaten Bandung
1).  Bupati Kabupaten
2).  Wakil Bupati Kabupaten
3).  Kepala Kejaksaan Negeri
4).  Kepala Pengadilan Negeri
5).  Dandim  Kabupaten
6).  Polres Metro Kabupaten

4).  Unsur DPRD Kabupaten Bandung
1).  Pimpinan DPRD Kabupaten
2).  Ketua-ketua Komisi DPRD (Komisi A, B, C dan D)
3).  Panitia Anggaran Legislatif Kabupaten

5).  Unsur Pemerintah
1).  Asisten Daerah I
2).  Asisten Daerah II
3).  Asisten Daerah III
4).  Kepala Badan, Dinas, dan Kantor di lingkungan Pemda
5).  Para Kepala Kabag  di lingkungan  Pemda
6).  Kantor Departemen Agama Kabupaten
7).  Kantor Biro Pusat Statistik  (BPS)
8).  Para Camat di wilayah Kabupaten

6). Unsur Masyarakat, Perguruan Tinggi, Perusahaan, Kelompok Profesi, LSM, dll
1).      BUMN dan BUMD
2).      Komisi Transparansi dan Partisipasi Kabupaten
3).      Ketua MUI Kabupaten
4).      KNPI Kabupaten
5).      Badan Narkotika Daerah (BND)
6).      Ketua GAPENSI Kabupaten
7).      Ketua Kadinda Kabupaten
8).      Akademisi/Perguruan Tinggi di Kabupaten
9).      Kelompok Nelayan,Tani dan Pengrajin
10).   Insan Pers
11).   LSM/NGO’s/Ornop
12).   Tokoh masyarakat
13).   Tokoh perempuan
14).   Dan lain-lain
E. Narasumber
Narasumber dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten, terdiri dari :
1).  Kepala Bapeda Provinsi
2).  Bupati Kabupaten    
3).  Ketua DPRD Kabupaten      
4).  Kepala DPPK  Kabupaten    
5).  Kepala Bappeda Kabupaten
F. Penyelenggara
Penyelenggara Musrenbang Kabupaten :
1).  Kepala Bappeda sebagai penanggungjawab; 
2).  Pimpinan pelaksana dan beberapa anggota tim penyelenggara yang berasal dari Bappeda.

G. Peran dan Fungsi Pelaku Kegiatan
1.   Bappeda : 
a)  Pada persiapan Musrenbang Kabupaten
1).  Membentuk tim penyelenggara Musrenbang Kabupaten;
2).  Mengkompilasikan prioritas program/kegiatan hasil forum SKPD;
3).  Menyusun jadwal dan agenda Musrenbang kabupaten dan mengumumkan secara terbuka 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan Musrenbang Kabupaten;  

b)  Pada Pelaksanaan
1).  Pemaparan draft RKPD  dan prioritas kegiatan pembangunan serta plafon anggaran;
2).  Pemaparan hasil kompilasi prioritas kegiatan pembangunan dari Musrenbang SKPD berikut dengan pendanaannya;

2.   DPRD Kabupaten  
1).  Menyampaikan Pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan hasil penyerapan aspirasi masyarakat;
2).  Melakukan konfirmasi terhadap perencanaan dan penganggaran;
3).  Melakukan pengawasan terhadap perencanaan pembangunan tahunan dikaitkan dengan Renstra/RPJM Daerah dan  kinerja pelaksanaan tahun anggaran.

3.   SKPD
Memberikan penjelasan dan komentar tentang program serta kegiatan perencanaan pada Musrenbang Kabupaten sesuai dengan masing-masing rencana kerja SKPD (bila dibutuhkan);

4.   Peserta Lainnya
Memberikan masukan/pendapat/saran (bila dibutuhkan)

H.   Mekanisme Pelaksanaan
1.   Materi yang perlu disiapkan
a)    Dokumen Renstrada/RPJMD kabupaten
b)    Rancangan Awal RKPD
c)    Dokumen program/kegiatan yang sedang berjalan dan program/kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya
d)    Dokumem Rencana Kerja  (Renja) SKPD yang sudah ditetapkan pada saat forum SKPD yang kegiatannya sudah dipilah berdasarkan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN.

2.   Tahap Pelaksanaan  
2.1 Pleno Awal (pembukaan)
a)    Pendaftaran peserta pada hari pelaksanaan Musrenbang Kabupaten;
b)    Sambutan Kepala Bapeda Kabupaten tentang laporan penyelenggaraan Musrenbang Kabupaten;
c)    Sambutan dari Provinsi
d)    Penyampaian Pokok-pokok pikiran prioritas pembangunan Propinsi dan bantuan keuangan Propinsi oleh Bappeda Provinsi
e)    Sambutan dan pembukaan oleh Bupati Kabupaten;
f)     Penyampaian rancangan awal RKPD oleh Bapeda
g)    Pembagian kelompok diskusi perbidang;
1).  Kelompok satu : Bidang Sosial Budaya meliputi : Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD, BKBPP, Dinsosdukcasip, Disnaker, Dispopar, BAPPEDA, DPPK, BKPP, BAPAPSI, BPMPD, BPBD, Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan, Inspektorat, Kesbangpolinmas, Satpol PP, Kecamatan dan Kelurahan
2).  Kelompok dua : Bidang Ekonomi meliputi :  Diskoperindag, Distanbunhut, Disnakan, BKP3, BPMP, Bagian Perekonomian, Pariwisata, Ketengalistrikan. 
3).  Kelompok tiga : Bidang Fisik meliputi : Dinas Bina Matga, Dispertasih, Dishub dan BPLH. 

2.2  Diskusi Kelompok
a) Pemaparan Rancangan Renja setiap SKPD oleh Kepala SKPD yang meliputi:
1).  Isue-isue strategis SKPD yang berasal dari Renstrada/RPJM Kabupaten dan Renstra SKPD.
2).  Tujuan, indikator pencapaian dan prioritas kegiatan pembangunan yang akan dimuat dalam Renja SKPD.
3).  Penyampaian perkiraan kemampuan pendanaan terutama dana yang berasal dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, APBN maupun sumber pendanaan lainnya.

b)  Verifikasi Rancangan Renja SKPD oleh peserta ;
1).  Menetapkan DSP Pembangunan dari setiap SKPD untuk menjadi DSP Kabupaten
2).  Penyepakatan hasil-hasil Musrenbang Kabupaten
3).  Penandatanganan Berita Acara Penetapan (BAP) DSP pembangunan setiap SKPD.

1.3 Pleno Akhir
1).  Membahas pemutaakhiran rancangan RKPD kabupaten
2).  Penyepakatan hasil musrenbang kabupaten
3).  Penutupan oleh Kepala Bapeda
         
I.  Keluaran/Out put  Musrenbang Kabupaten
Musrenbang kabupaten menghasilkan dokumen :
1)    Bahan masukan terhadap RKPD
2)    Daftar prioritas kegiatan yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaannya dari APBD II, APBD I, APBN dan pendanaan lainnya.

J.  Pendanaan
     Musrenbang Kabupaten dilaksanakan dengan didanai oleh APBD Kabupaten         






















Formulir Surat Mandat Tingkat Desa/Kelurahan


SURAT MANDAT
Nomor : ........../............/.........

                Pada hari ini ................Tanggal .....Bulan..........Tahun.......... telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Desa/Kelurahan........../Kecamatan..........                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Kabupaten Sumedang, dan kami sebagaimana daftar hadir terlampir :

MEMBERIKAN MANDAT

KEPADA :

1.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

2.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

3.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

U n t u k :

Mengusung Hasil Musrenbang (Desa/Kelurahan............./Kecamatan..................... KabupatenSumedang , yang telah menjadi skala prioritas untuk dibahas dan dikaji pada forum yang lebih tinggi sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Mengetahui,
Kepala Desa / Lurah..............
Selaku,
Penanggungjawab Musrenbang (Desa/Kelurahan)














Berita Acara Musrenbang Tingkat Desa/Kelurahan

BERITA ACARA
HASIL MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA/KELURAHAN......................
KECAMATAN : ..................................
KABUPATEN SUMEDANG
 

Pada hari ini, ..........Tanggal......Bulan..........Tahun......... telah dilaksanakan musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan...................bertempat di................... dan berlangsung sesuai dengan susunan acara terlampir.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan desa/Kelurahan termaksud dipimpin oleh...................., serta dihadiri oleh.................orang peserta (daftar hadir terlampir), yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
a. Delegasi Dusun/Lingkungan/Kampung                   : ...............................orang
b. Unsur Perangkat Desa/Kelurahan                         : ...............................orang
c. Wakil dari kelompok-kelompok masyarakat yang
     kegiatannya dalam skala Desa/Kelurahan, meliputi :
1.       PKK Desa/Kelurahan................             : ...............................orang
2.       P3A Mitra Cai Desa/Kel............             : ...............................orang
3.       LPM Desa/Kelurahan................             : ...............................orang
4.       Kelompok Tani.........................             : ...............................orang
5.       Organisasi.................................(*)                    : ...............................orang
Setelah memperhatikan dan mengkaji bahan Musrenbang serta paparan dari Nara Sumber dengan Notulensi (catatan) sebagaimana terlampir, khusus tentang :
a.       Evaluasi Pembangunan tahun sebelumnya dan prioritas kegiatan kecamatan tahun yang direncanakan;
b.       Rancangan prioritas kegiatan di desa/kelurahan serta perkiraan jumlah Alokasi Dana Desa;
c.       Daftar prioritas kegiatan pembangunan masing-masing Dusun/kampung/Lingkungan yang dihasilkan dari Usulan dari Dusun/Kampung/Lingkungan;
Telah disepakati beberapa hal sebagai berikut:
a.       Daftar kegiatan yang akan dilaksanakan melalui APB Desa dan Swadaya;
b.       Daftar usulan prioritas kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD Kabupaten, APBD provinsi, APBN dan sumber dana lainnya.
c.       Mendelegasikan dan memberikan mandat kepada 3 orang anggota masyarakat untuk mengusung prioritas kegiatan pembangunan pada Musrenbang kecamatan dengan surat Mandat sebagaimana terlampir.

Demikian berita acara ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk diketahui dan dipergunakan oleh semua pihak yang terkait.
Mengetahui,
KEPALA DESA/LURAH ................
Selaku,
Penanggungjawab
Musrenbang Desa/Kelurahan,



................Tanggal ..........Bulan ..........Tahun

KETUA TIM PENYELENGGARA
MUSRENBANG
DESA/KELURAHAN......................
Keterangan :
(*) sesuai dengan organisasi yang ada di desa/kelurahan tersebut.
Formulir Surat Mandat Tingkat Kecamatan


SURAT MANDAT
Nomor : ........../............/.........

                Pada hari ini ................Tanggal .....Bulan..........Tahun.......... telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan............. Kabupaten Sumedang, dan kami sebagaimana daftar hadir terlampir :

MEMBERIKAN MANDAT

KEPADA :

1.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

2.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

3.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

U n t u k :

Mengusung Hasil Musrenbang Kecamatan..................... Kabupaten Sumedang, yang telah menjadi skala prioritas untuk dibahas dan dikaji pada forum yang lebih tinggi sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Mengetahui,
Camat..........................
Selaku,
Penanggungjawab Musrenbang Kecamatan














Formulir Berita Acara Musrenbang Tingkat Kecamatan

BERITA ACARA
HASIL MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN
KECAMATAN  :....................
KABUPATEN SUMEDANG




Pada hari ini, ........... tanggal ........... Bulan ............. Tahun..............telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan  ............... bertempat di .............. dan berlangsung sesuai dengan susunan acara terlampir.
Musyawarah Pembangunan Kecamatan dipimpin oleh .............., serta dihadiri oleh ........... orang peserta  (daftar hadir terlampir) yang terdiri atas unsur-unsur berikut :
a. Delegasi Desa                                                                           : ............................. Orang
b. Unsur Perangkat Kecamatan                                                      : ............................. Orang
c. Wakil Dari kelompok-kelompok masyarakat yang lingkup
      Kegiatannya dalam skala Kecamatan, meliputi :
      1) PKK Kecamatan                                                                  : .............................. Orang
      2) Asosiasi  LPM Kecamatan ..........                                         : .............................. Orang
      3) Asosiasi BPD Kecamatan ............                                       : .............................. Orang
      4) Organisasi .................................... (*)                                  : .............................. Orang
Setelah memperhatikan dan mengkaji bahan Musrenbang serta paparan dari Nara Sumber dengan Notulensi ( catatan ) sebagaimana terlampir, khususnya tentang :
a.       Evaluasi kerja pelaksanaan pembangunan daerah dan Rancangan awal Rencana Kerja           Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten.
b.       Rancangan Rencana Kerja Kecamatan yang meliputi masalah dan prioritas kegiatan ;
c.       Rancangan Rencana Kerja SKPD Kabupaten;
d.       Alokasi anggaran indikatif untuk kecamatan;
e.       Daftar prioritas kegiatan pembangunan Desa/Kelurahan yang dihasilkan dari Musrenbang Desa/Kelurahan
Telah disepakati  beberapa hal sebagai berikut :
a.       Daftar usulan kegiatan yang akan dibiayai  oleh APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan    APBN/BLN.
b.       Mendelegasikan dan memberikan mandat kepada 3 orang masyarakat untuk    memperjuangkan prioritas  kegiatan pembangunan pada Forum SKPD dan atau Forum Gabungan SKPD dan Musrenbang Kabupaten dengan surat mandat sebagaimana terlampir.

Demikian berita acara ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk diketahui dan dipergunakan oleh semua  pihak terkait.


Mengetahui,
CAMAT .....................
Selaku,
Penanggungjawab Musrenbang
Kecamatan,

..................................................................
Tanggal........... Bulan...............Tahun.........
  
KETUA TIM PENYELENGGARA
MUSRENBANG KECAMATAN ..........
(*) Sesuai dengan organisasi yang ada di kecamatan tersebut

Formulir  Berita Acara Forum SKPD/Gabungan SKPD

BERITA ACARA
HASIL FORUM SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH/FORUM GABUNGAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ..........................................
KABUPATEN SUMEDANG                      





Pada hari ini , .................. tanggal ............... Bulan ............. Tahun ............... telah dilaksanakan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)/Forum Gabungan SKPD .................. Kabupaten Sumedang bertempat di .................. dan berlangsung sesuai dengan susunan acara terlampir.
Forum termaksud dipimpin oleh .......... , serta dihadiri oleh ............... orang peserta (daftar hadir terlampir), yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
a.       Delegasi Kecamatan                                                      : ........................ Orang
b.       DPRD (Komisi .....)                                                       :    ..................... Orang
c.       SKPD Kabupaten/Propinsi                                             :   ...................... Orang
d.       Wakil dari kelompok-kelompok masyarakat yang lingkup
Kegiatannya dalam skala Kabupaten, meliputi :
1. PKK Kabupaten...........                                              : ......................... Orang
2. Asosiasi LPM Kabupaten ..................                         : ......................... Orang
3. Asosiasi BPD Kabupaten...................                        : ......................... Orang
4. Organisasi ........................ (*)                                    : ..........................Orang

Setelah memperhatikan dan mengkaji bahan Forum SKPD/Forum Gabungan SKPD serta paparan dari Nara Sumber, Notulensi (catatan) terlampir, khususnya tentang :
Daftar prioritas kegiatan pembangunan yang berasal dari kecamatan;
Rancangan awal RKPD dan alokasi Anggaran indikatif SKPD dari APBD Kabupaten;
Kriteria seleksi prioritas program/kegiatan pembangunan;
Evaluasi kinerja pelaksanaan Renja SKPD
Prioritas program/kegiatan pembangunan berdasarkan rancangan awal Renja SKPD;
Informasi kebutuhan anggaran untuk melaksanakan prioritas program dan kegiatan SKPD serta sumber pendanaannya;
Informasi dari unsur masyarakat/ dunia usaha/lembaga non pemeritah yang mendukung program dan kegiatan terkait.
Telah disepakati beberapa hal sebagai berikut :
1.       Rancangan Renja SKPD yang memuat indikasi kegiatan SKPD
2.       Daftar Prioritas Program/Kegiatan menurut sumber pendanaan.

Demikian berita acara ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui,
Kepala SKPD.............................
Selaku
Penanggungjawab Forum SKPD/Gabungan SKPD,



..............., tanggal.....Bulan.....Tahun...............
KETUA TIM PENYELENGGARA
Forum SKPD/Gabungan SKPD.................
Formulir Berita Acara Kesepakatan per Kecamatan

BERITA ACARA
KESEPAKATAN  DAFTAR SKALA PRIORITAS (DSP) PER KECAMATAN
KABUPATEN SUMEDANG





Pada hari ini, .................. tanggal ............... Bulan ............. Tahun ............... telah dilaksanakan pembahasan daftar skala prioritas (DSP)  Kecamatan ..................... Kabupaten Sumedang bertempat di .................. dan berlangsung sesuai dengan susunan acara terlampir.
Pembahasan termaksud dipimpin oleh .......... , serta dihadiri oleh ............... orang peserta (daftar hadir terlampir), yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
a.       Kasi Perencanaan Kecamatan                                        :   ...................... Orang
b.       Delegasi Kecamatan                                                      :   ...................... Orang
c.       SKPD Kabupaten/Dinas Teknis                          :   ...................... Orang
d.       Bapeda Kabupaten Bandung                                           :   ...................... Orang
e.       Wakil dari kelompok-kelompok masyarakat                      :   .......................Orang

Setelah memperhatikan dan mengkaji hasil pembahasan, serta masukan dan saran,               ( Notulensi/catatan terlampir), tentang :
a.        
b.        
c.        
d.        
e.        
Telah disepakati beberapa hal sebagai berikut :
1.        
2.        

Demikian berita acara ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui,

Penanggungjawab Penyelenggaraan Forum Pembahasan Daerah Pemilihan (DP)



______________________________
............., tanggal.....Bulan.....Tahun...........

Ketua Tim Penyelenggara




__________________________________











Formulir Surat Mandat Musrenbang Tingkat Kabupaten


SURAT MANDAT
Nomor : ........../............/.........

                Pada hari ini ................Tanggal .....Bulan..........Tahun.......... telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sumedang, dan kami sebagaimana daftar hadir terlampir :

MEMBERIKAN MANDAT

KEPADA :

1.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

2.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

3.    N a m a                                : ........................................
      Tempat, Tgl Lahir                  : ........................................
      Alamat                                 : ........................................
      Pekerjaan                             : ........................................

U n t u k :

Mengusung Hasil Musrenbang Kabupaten Bandung, yang telah menjadi skala prioritas untuk dibahas dan dikaji pada forum yang lebih tinggi sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Mengetahui,
Bupati Sumedang
Selaku,
Penanggungjawab Musrenbang Kabupaten
















Formulir Berita Acara Musrenbang Tingkat Kabupaten

BERITA ACARA
HASIL MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN TAHUNAN
KABUPATEN SUMEDANG




Pada hari ini , .................. tanggal ............... Bulan ............. Tahun ............... telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tahunan  Kabupaten Sumedang bertempat di .................. dan berlangsung sesuai dengan susunan acara terlampir, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sumedang dipimpin oleh .........., serta dihadiri oleh ............... orang peserta (daftar hadir terlampir), yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
a.      DPRD Kabupaten          : ........................ Orang
b.      Unsur dari Provinsi         : ......................... Orang
c.      Unsur dari Kabupaten/Kota Perbatasan    : ......................... Orang
d.      Unsur Muspida  : ....................... Orang
e.      Delegasi Kecamatan      : ........................ Orang
f.       Unsur Perangkat Daerah Kabupaten        : ........................ Orang
g.       Wakil dari kelompok-kelompok masyarakat yang lingkup
Kegiaatnnya dalam skala Kabupaten, meliputi :
1. PKK Kabupaten...........                                                        : ......................... Orang
2. Asosiasi LPM Kabupaten ..................                                   : ......................... Orang
3. Asosiasi BPD Kabupaten...................                                  : ......................... Orang
4. Organisasi ........................ (*)                                              : ..........................Orang
5. Lain-lain .................................(*)                                         : ......................... Orang
Setelah memperhatikan dan mengkaji bahan Musrenbang serta paparan dari Nara Sumber, Notulensi (catatan) terlampir,  khususnya tentang :
a.       Daftar prioritas kegiatan pembangunan yang berasal dari kecamatan dan SKPD
b.       Evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan daerah dan Rancangan Awal RKPD Provinsi
c.       Evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan daerah dan Rancangan RKPD Kabupaten.
d.       Rancangan Renja-SKPD hasil Forum SKPD Kabupaten ;
e.       Alokasi anggaran indikatif dari APBD Kabupaten untuk setiap SKPD dan Alokasi Dana desa;
Telah disepakati beberapa hal sebagai berikut :
a.       Daftar prioritas kegiatan yang akan dibiayai oleh ABPD Kabupaten, Provinsi dan APBN
b.       Mendelegasikan dan memberikan mandat kepada 3 orang masyarakat untuk mengusung prioritas kegiatan pembangunan pada Musrenbang Provinsi dengan surat mandat sebagaimana terlampir.
Demikian berita acara ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk diketahui dan dipergunakan oleh semua pihak yang terkait.

Mengetahui,
BUPATI.............................
Selaku
Penanggungjawab Musrenbang Kabupaten,








................, tanggal.... Bulan ....Tahun..............
KETUA TIM PENYELENGGARA
MUSRENBANG  KABUPATEN.....................
Keterangan :
 (*) Sesuai dengan organisasi yang ada di kabupaten tersebut.









 
Blogger Templates